Sabtu, 08 Mei 2010

Penilaian Non Tes

A. PENILAIAN NON TES

1. Pengertian

Penilaian non tes adalah suatu alat penilaian yang biasanya digunakan untuk mendapatkan informasi tertentu tentang keadaan peserta didik denagn tidak menggunakan tes. Dengan tektik non tes maka penilaian atau evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan tanpa “menguji” peserta didik melainkan dilakukan dengan cara tertentu.

2. Tujuan penilaian non tes

Adapun tujuan dari penilaian non tes adalah:

a. Untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan evaluasi hasil belajar peserta didik dari segi afektif dan psikomotor.

b. Untuk mengetahui kemampuan peserta didik dibidang afektif dan psikomotor

3. Manfaat non tes

a. Mengetahui kemajuan dan kesulitan belajar siswa

b. Mendapatkan informasi mengenai keaadaan obyek penelitian

4. Ciri-ciri non tes

a. Penilaian hasil belajar peserta didik dilakukan tanpa “menguji” peserta didik

b. Penilaian mencakup bidang atau segi sikap (afektif) dan keterampilan (psikomotor)

c. Penilaian dilakukan dengan cara mengamati peserta didik, wawancara, kuesioner, tidak menilai dengan ujian atau tes tertulis

5. Macam atau jenis penilaian non tes

a. Pengamatan (observasi)

Secara umum pengertian observasi adalah cara menghimpun bahan-bahan berupa keterangan (data) yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena-fenomena yang dijadikan sasaran pengamatan. Pengamatan (observasi) merupakan salah satu bentuk teknik non tes yang biasa dipergunakan untuk menilai sesuatu melalui pengamatan terhadap objeknya secara langsung, seksama, dan sistematis.

b. Wawancara

Secara umum yang dimaksud dengan wawancara adalah cara menghimpun bahan berupa keterangan yang dilaksanakan denagn menggunakan tanya jawab lisan secara sepihak, berhadapan muka dengan tujuan yang telah ditentukan. Wawancara (interview) merupakan salah satu alat penilaian non tes yang digunakan untuk mendapatkan informasi tertentu tentang keadaan responden dengan tanya jawab sepihak.

c. Angket (kuesioner)

Angket merupakan pengumpulan keterangan (data) yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kuesioner merupakan bentuk lain dari teknik non tes. Angket digunakan untuk menghimpun data mengenai kesulitan yang dihadapi peserta didik, fasilitas belajar, motivasi atau minat belajarnya.

d. Skala penilaian (rating Skala)

Skala penilaian digunakan untuk mengetahui keterangan tentang proses pembelajaran. Misalnya: sikap peserta didik dalam mengikuti pelajaran sosiologi.

6. Sebab diadakan penilaian non tes

Karena untuk menilai kemampuan peserta didik tidak saja cukup dengan melakukan ujian atau tes tertulis yang hanya bisa melihat kemampuan kognitif (pengetahuan) peserta didik saja. Sehingga diperlukan penilaian non tes untuk dapat memenuhi penilaian terhadap kemampuan peserta didik dibidang sikap (afektif) dan bidang keterampilan (psikomotor) juga.

7. Akibat adanya penilaian non tes

Akibatnya adalah tidak dapatnya kita menilai kemampuan pesreta didik dibidang kognitif, karena penilaian non tes ini hanya menilai kemampuan diluar kemampuan kognitif. Sehingga penilaian tidak dapat dilakukan secara menyeluruh.

8. Cara penilaian non tes

Penilaian non tes dapat dilakukan dengan cara pengamatan terhadap tingkah laku peserta didik, dimana kita mengamati kegiatan atau tingkah laku peserta didik dan kita dapat menilai kemampuan peserta didik tersebut. Bisa juga dengan melakukan wawancara terhadap peserta didik tersebut, dan kita dapat menilainya dari segi sikap dan keterampilannya.

B. KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM)

Rambu-rambu yang harus ditaati sebelum ditetapkan KKM adalah:

1. KKM ditetapkan pada awal tahun ajaran

2. KKM ditetapkan oleh forum MGMP sekolah

3. KKM dinyatakan dalam bentuk presentasi berkisar antara 0-100, atau rentang nilai yang sudah ditetapkan

4. Nilai ketuntasan belajar maksimal adalah 100

5. Sekolah dapat menetapkan KKM di bawah nilai ketuntasan belajar maksimal

6. Nilai KKM harus dicantumkan dalam LHS peserta didik

Kriteria penetapan KKM

1. Kompleksitas (kesulitan dan kerumitan)

2. Daya dukung

3. Intake siswa

Dalam penafsiran KKM dapat pula dilakukan dengan cara:

1. Memberikan point pada setiap kriteria yang ditetapkan (%)

a. Kompleksitas

Kompleksitas tinggi pointnya : 1

Kompleksitas sedang pointnya : 2

Kompleksitas rendah pointnya : 3

b. Daya dukung

Daya dukung tinggi pointnya : 3

Daya dukung sedang pointnya : 2

Daya dukung rendah pointnya : 1

c. Intake siswa

Intake siswa tinggi pointnya : 3

Intake siswa sedang pointnya : 2

Intake siswa rendah pointnya :1

Contoh : jika indikator memiliki kriteria sebagai berikut:

Kompleksitas rendah = 3, daya dukung tinggi = 3, intake siswa sedang = 2, maka KKMnya adalah (3+3+2)x100=88.89%

2. Dengan menggunakan rentang nilai pada setiap kriteria, yakni:

a. Kompleksitas

Kompleksitas tinggi rentang nilainya = 50-64

Kompleksitas sedang rentang nilainya = 65-80

Kompleksitas rendah rentang nilainya = 81-100

b. Daya dukung

Daya dukung tinggi rentang nilainya = 81-100

Daya dukung sedang rentang nilainya = 65-80

Daya dukung rendah rentang nilainya = 50-64

c. Intake siswa

Intake siswa tinggi rentang nilainya = 81-100

Intake siswa sedang rentang nilainya = 65-80

Intake siswa rendah rentang nilainya = 50-64

Contoh : kompleksitas sedang = 75, daya dukung tinggi = 90, intake siswa sedang = 70, maka KKMnya adalah (75+90+70)=78.3

3. Dengan cara memberikan pertimbangan profesional judgment pada setiap kriteria untuk menetapkan nilai

a. Kompleksitas

Kompleksitas tinggi

Kompleksitas sedang

Kompleksitas rendah

b. Daya dukung

Daya dukung tinggi

Daya dukung sedang

Daya dukung rendah

c. Intake siswa

Intake siswa tinggi

Intake siswa sedang

Intake siswa rendah

Contoh : jika kompleksitas rendah,daya dukung tinggi, dan intake siswa sedang, maka hanya ada satu komponen saja yang mempengaruhi untuk mencapai ketuntasan minimal 100 yaitu intake (sedang). Guru dapat menetapkan KKM antara 90-80 (pedoman penetapan KKM dan BSNP, 2006).

Contoh penetapan KKM dengan format A

Kompetensi dasar dan indikator

Kriteria ketuntasan minimal

Kriteria penerapan ketuntasan

Nilai KKM

Kompleksitas

Daya dukung

Intake siswa

1.1 menjelaskan hakekat lembaga sosial

  1. menjelaskan pengertian lembaga sosial
  2. menjelaskan proses pembentukan lembaga sosial

1.2 mengklasifikasi tipe-tipe lembaga sosial

  1. mengidentifikasi tipe-tipe lembaga sosial
  2. menguraikan hubungan antar lembaga sosial

1.3 mendeskripsikan peran dan fungsi lembaga sosial

  1. menguraikan pentingnya peran dan fungsi lembaga agama, keluarga, politik, ekonomi dalam hidup bermasyarakat

Sedang=2

Tinggi=1

Rendah=3

Rendah=3

Tinggi=1

Tinggi=3

Sedang=2

Tinggi=3

Sedang=2

Sedang=2

Sedang=2

Sedang=2

Sedang=2

Sedang=2

Tinggi=3

74

78

56

82

72

67

C. PENILAIAN BERBASIS KELAS

1. Pengertian

Penilaian berbasis kelas adalah penilaian yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur seberapa besar peserta didik telah menguasai materi yang telah diajarkannya. Penilaian berbasis kelas ini dapat dilaksanakan di dalam atau di luar kelas seperti di laboratorium maupun di lapangan.

2. Tujuan penlaian berbasis kelas

a. Secara umum bertujuan untuk menilai hasil belajar peserta didik di sekolah, mempertanggung jawabkan penyelenggaraan pendidikan kepada masyarakat, dan untuk mengetahui ketercapaian mutu pendidikan secara umum.

b. Untuk mengetahui kemajuan dan hasil belajar peserta didik

c. Mendiaknosis kesulitan belajar

d. Memberikan umpan balik atau perbaikan proses pembelajaran

e. Penentuan kenaikan kelas

f. Memotivasi belajar peserta didik dengan cara mengenal dan memahami diri dan merangsang untuk melakukan usaha perbaikan

3. Manfaat penilaian berbasis kelas

a. Memberi umpan balik pada program jangka pendek yang dilakukan oleh peserta didik dan guru dalam kegiatan proses belajar sehingga memungkinkan pembuatan koreksi hasil penilaian

b. Memberi kegunaan hasil pembelajaran peserta didik dengan melibatkan peserta didik secara maksimal

c. Membantu pembuatan laporan lebih bagus dan menaikan effiensi pembelajaran

d. Mendorong pengajaran sebagai proses penilaian formatif yang melibatkan banyak waktu untuk melakukan umpan balik dan perbaikan hasil peserta didik

e. Manfaat bagi peserta didik adalah untuk memantau pembelajaran dirinya secara lebih baik dan untuk menitik beratkan pada kebutuhan perubahan kemampuan, keterampilan dan nilai

f. Manfaat bagi orang tua adalah untuk mengetahui kelemahan dan peringkat anaknya, untuk mendorong orang tua peserta didik untuk melakukan bimbingan kepada anakny, dan untuk melibatkan orang tua peserta didik untuk melakukan diskusi dengan guru atau sekolah dalam hal perbaikan kelemahan peserta didik

4. Ciri-ciri penilaian berbasis kelas

a. Pusat belajar dan berakar dalam proses pembelajaran

b. Perhatian utama penilaian berbasis kelas terletak pada perhatian guru dan peserta didik dalam perbaikan hasil belajar.

c. Adanya umpan balik

d. Guru dan peserta didik dapat dengan cepat dan mudah menggunakan penilaian berbasis kelas sebagai umpan balik

5. Jenis penilaian berbasis kelas

a. Tes tertulis

Tes tertulis merupakan alat penilaian berbasis kelas yang penyajian maupun penggunaannya dalam bentuk tertulis. Tes tertulis dapat diberikan pada saat ulangan harian dan ulangan umum. Bentuk tes tertulis dapat berupa pilihan ganda, menjodohkan, benar salah, isian singkat, dan uraian (esai).

b. Tes perbuatan

Tes perbuatan dilakukan pada saat proses pembelajaran berlangsung yang memungkinkan terjadinya praktek. Pengamatan dilakukan terhadap perilaku peserta didik pada saat proses pembelajaran berlangsung.

c. Pemberian tugas

Pemberian tugas dilakukan untuk semua mata pelajaran mulai awal kelas sampai dengan akhir kelas sesuai dengan materi pelajaran dan perkembangan peserta didik.

d. Penilaian proyek

Penilaian proyek adalah penilaian berbasis kelas terhadap tugas yang harus diselesaikan dalam waktu tertentu. Penilaian proyek dilakukan mulai dari pengumpulan, pengorganisasian, pengevaluasian, hingga penyajian data.

e. Penilaian produk

Penilaian hasil kerja peserta didik (produk) adalah penilaian berbasis kelas terhadap penguasaan keterampilan peserta didik dalam membuat suatu produk (proses) dan penilaian kualitas hasil kerja peserta didik (produk) tertentu.

f. Penilaian sikap

Penilaian sikap merupakan penilaian berbasis kelas terhadap suatu konsep psikologi yang kompleks. Pengukuran sikap dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu: observasi perilaku, pertanyaan langsung, laporan pribadi, dan penggunaan skala sikap.

g. Penilaian portofolio

Penilaian portofolio merupakan penilaian berbasis kelas terhadap sekumpulan karya peserta didik yang tersusun secara sistematis dan terorganisasi yang diambil selama proses pembelajaran dalam kurun waktu tertentu, digunakan oleh guru dan peserta didik untuk memantau perkembangan pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta didik dalam mata pelajaran tertentu.

6. Sebab dilakukan penilaian berbasis kelas

Karena dengan adanya penilaian berbasis kelas informasi tentang perkembangan peserta didik dapat dikumpulkan untuk melakukan umpan balik perbaikan terhadap pencapaian hasil belajar peserta didik. Dan juga melalui penilaian berbasis kelas kepala sekolah dan guru menjadi lebih mampu untuk memahami dan mempromosikan hasil belajar peserta didik, dan membantu peserta didik menjadi lebih efektif dalam belajar dan memiliki petnjuk penilaian diri.

7. Akibat penilaian berbasis kelas

Karena penilaian berbasis kelas fokusnya pada belajar, maka diperlukan partisipasi aktif peserta didik. Sedangkan kemapuan siswa dalam memahami pembelajar bermacam cara. Jadi bagi siswa yang tidak terbiasa aktif dam belajar akan mengalami kesulitan dalam menyamai teman-temannya yang lain.

8. Cara penilaian berbasis kelas

Ada dua pendekatan yang dilakukan dalampenilaian berbasis kelas yaitu:

a. Pendekatan pembelajaran, yaitu suatu cara yang dikembangkan oleh guru tentang apa dan bagaimana guru mengajar dan peserta didik belajar.

b. Pendekatan penilaian, yaitu teknik penilaian yang dapat digunakan oleh guru untuk mendapatkan informasi tentang sejauhmana kemampuan, keterampilan, dan nilai-nilai (sikap) pada diri individu dan atau kelompok peserta didik telah tercapai.

Penilaian berbasis kelas dilakukan secara berencana, bertahap, dan terus menerus untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan belajar peserta didik.

Sumber: Surapranata, Sumarna dkk. 2004. Penilaian Fortopolio. Bandung, PT Remaja Rosdakarya

D. REMEDIAL

1. Pengertian

Kegiatan remedial adalah kegiatan yang ditujukan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam menguasai materi pelajaran.

Kegiatan remedial dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang dilaksanakan untuk memperbaiki kegiatan pembelajaran yang kurang berhasil. Kekurang berhasilan pembelajaran ini biasanya ditunjukkan oleh ketidak berhasilan siswa dalam menguasai kompetensi yang diharapkan dalam pembelajaran.

2. Tujuan diadakan remedial

a. Membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam menguasai kompetensi yang telah ditentukan agar mencapai hasil yang lebih baik

b. Agar siswa dapat mencapai kompetensi yang telah ditetapkan berdasarkan kurukulum yang berlaku

c. Secara khusus membantu siswa yang belum tuntas menguasai kompetensi yang telah ditetapkan melalui kegiatan tambahan.

3. Ciriciri remedial

a. Siswa belum dapat dikatakan berhasil dalam kegiatan pembelajaran,ada KD yang belum tuntas

b. Siswa mengalami kesulitan dalam kegiatan pembelajaran

c. Program remedial diberikan hanya pada KD atau indikator yang belum tuntas

d. Program remedial dilakukan setelah mengikuti tes atau ulangan KD tertentu dan tes atau ulangan sejumlah KD dalam satu kesatuan

4. Macam-macam remedial

a. Memberikan bimbingan secara khusus dan perorangan bagi peserta didik yang belum atau mengalami kesulitan dalam menguasai KD tertentu.

b. Pemberian tugas atau perlakuan secara khusus yang sifatnya penyederhanaan dari pelaksanaan pembelajaran reguler.

5. Manfaat diadakan remedial

a. Dapat memperbaiki cara belajar siswa dan cara mengajar siswa

b. Meningkatkan pemahaman guru dan siswa terhadap kelebihan dan kekurangan dirinya

c. Dapat menyesuaikan pembelajaran denagn karakteristik siswa

d. Dapat mempercepat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran

e. Membantu kesulitan siswa dalam aspek sosial-pribadi

6. Sebab diadakan remedial

Karena siswa belum bisa di anggap tuntas dalam pembelajaran dan siswa belum berhasil menguasai kompetensi yang diharapkan dalam pembelajaran. Siswa kurang berhasil dalam proses kegiatan pembelajaran. Juga siswa mengalami kesulitan dalam dalam memahami pembelajaran.

7. Akibat diadakan remedial

Siswa akan beranggapan dan berasumsi karena adanya remedial maka siswa tidak perlu bersusah payah menguasai materi pembelajaran yang sulit, jika tidak dapat masih ada proses remedial. Jadi siswa tidak terlalu sungguh-sungguh dalam memahami dan menguasai pembelajaran. Dan juga memerlukan waktu lebih lama.

8. Cara melakukan remedial

a. Analisis hasil diagnosis kesulitan belajar

b. Menemukan penyebab kesulitan belajar

c. Menyusun rencana kegiatan remedial

d. Melaksanakan kegiatan remedial

e. Menilai kegiatan remedial

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar